Translate

Rabu, 20 November 2013

Cara Menghilangkan Stress dalam belajar

1. Bercanda atau tertawa
Tertawa merupakan penangkal stres yang cukup manjur. Oleh sebab itu, jangan hanya berfokus pada kerjaan saja, bergaul dan bercanda dengan teman juga perlu untuk menjaga stamina pikiran tetap produktif.

2. Jalan-jalan santai
Selama kamu belajar dan fokus untuk ujian. Kamu mungkin lupa akan tempat dimana kamu bisa bersantai. Coba ajak keluarga kamu untuk jalan-jalan bareng bisa juga dengan sahabat atau mungkin dengan pacar .

3. Mendengarkan Musik
Hobby mendengarkan musik bisa juga menghilangkan stress. Tapi jangan musik yang bisa buat kamu sedih, tapi musik yang bisa membuat kamu gembira dan bergoyang. kamu goyang.

4. Mengkonsumsi Makanan Favorit
Makan makanan favorit dapat mengurangi stress. Jangan belajar pada saat perut kosong.

5. Menonton Film
Tontonlah film kesukaanmu khususnya film komedi karena itu bisa membuat kamu tertawa dan mengurangi ras stress kamu.

6.Mencari Hiburan
saat dalam keadaaan stres tentu saja kita akan merasa berat untuk tertawa,tetapi tidak ada salahnya jika mencari hiburan seperti jalan-jalan,baca buku,dan lain sebagainya.

7.Curhat Dengan Orang Terpercaya
Hal ini memungkinkan agar masalah anda bisa diatasi bukan hanya dengan anda seorang,dengan curhat dengan seorang yang terpercaya (yang bisa mengerti anda) tentunya akan meringankan beban anda dan dia akan memberika solusi terbaik untuk anda.


8. Makan Coklat
Coklat merupakan salah satu cara menurunkan stres yang paling banyak diminati. Dari berbagai penelitian yang telah dipublikasikan menyebutkan bahwa mengkonsumsi 1,4 ons cokelat murni dua minggu sekali bisa membantu menurunkan tingkat hormon kortisol.

9. Menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat
Dengan kita menyibukkan diri, maka kita sudah tidak ada waktu lagi untuk memikirkan hal - hal yang sebenarnya tidak perlu menyita perhatian kita. Karena sebenarnya terlalu banyak melamun juga bisa menimbulkan stress.

10.Berlibur
Ini merupakan langkah paling simple dan jitu dalam menghilangkan stress. Dengan berlibur, segala kepenatan dalam dunia kerja dan lainnya bisa sirna. Pilih tempat berlibur yang sesuai dengan budget kantong kita supaya tidak menimbulkan berbagai masalah finansial dikemudian hari


11.Menekuni hobi

Salah satu manfaat dari hobi adalah sebagai penghilang stress. Luangkan waktu untuk melakukan hobi - hobi kita tersebut supaya pikiran kita menjdi lebih relax dan stress pun akan hilang dengan sendirinya.

Tri Sukses Pemuda/i Beriman


  1. Paham Ilmu Dunia dan Agama   
Kita sebagai pemuda harus pintar dalam segala hal termasuk dalam hal keagamaan  . ingat dunia ini ladangnya amal ibadah yang kelak akan dihitung dan dipertanggungjawabkan oleh Tuhan Yang Maha Esa Baik dan buruknya amal kita yang dijalankan seumur hidup di dunia ini
 
2.      Memiliki Akhlak yang Mulia
    Jika memiliki akhlak yang mulia , maka dipercaya orang banyak dalam segala hal tidak termasuk mengajak berbuat melanggar norma di masyarakat

3.      Mandiri
  Sifat ini mudah diucapkan tetapi susah diterapkan jika tidak memiliki semangat juang yang tinggi dan bebas ketergantungan dari orang lain

Tutorial Penggunaan Cobol

Langkah – langkah membuat program COBOL:
1. Untuk memulai program COBOL yang perlu dilakukan adalah menuliskan listing program di editor yang diinginkan,, karena COBOL tidak memiliki editor khusus seperti pascal, c, atau java, jadi kita bisa menuliskan programnya pada notepad, notepad++, atau sidekick. misalnya kita akan membuat program untuk menghitung luas persegi dan segitiga.filenya dapat di download disini.
2. Setelah menuliskan listing program, simpan file program dengan format .cob atau .cbl di direktori tempat program COBOL berada.Kemudian buka command Prompt pada komputer, dan masuk ke direktori tempat file berada, lalu ketikkan cobol  nama_file.cob atau cobol nama_file.cbl untuk mengkompile program.
3. kemudian tekan enter sampai muncul tampilan error – error yang terdapat pada program,jika terdapat error pada program,, betulkan dulu programnya, lalu ulangi proses kompile sampai muncul tampilan “no error and no warning”.

4. Setelah tidak ditemukan error,, lalu kita dapat menjalankan program dengan cara mengetikkan runcob nama_file.cob atau runcob nama_file.cbl

Bahasa COBOL ini memang agak menyulitkan pada saat penanganan errornya karena merupakan bahasa pemrograman generasi ke tiga,sehingga letak eroornya agak sulit dimengerti,tetapi bahasa pemrograman ini masih banyak dibutuhkan pada perusahaan – perusahaan besar yang menggunakan komputer AS400.semoga artikel ini bermanfaat untuk yang kesulitan mempelajari bahasa pemrograman COBOL
Sumber : 

Sejarah Perkeretaapian Indonesia

Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jumat tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.

Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen-Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.

Perkembangan di luar Jawa
Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), [[ ]] (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawesi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar-Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang-Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA

Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana.

Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.


Pendudukan Jepang
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).


PT.Kereta Api
Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) namanya diubah sejak tanggal 15 September 1971 menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA diubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan sejak tanggal 1 Juni 1999 menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Sumber : wikipedia.com

Peristiwanya sendiri tidak penting, yang penting adalah bagaimana kita merespon peristiwa tersebut

Suatu pagi di sebuah ruang kelas sebuah SD, dengan santai seorang guru bertanya pada murid-muridnya, ''Siapa yang sudah sarapan pagi ini?'' Kira-kira tiga per empat dari 40 murid mengacungkan tangan. Guru itu kaget sebab di luar dugaannya. Kemudian ia bertanya kepada anak-anak yang tidak mengacungkan tangan, ''Mengapa kalian tidak sarapan?'' Sebagian menjawab tak sempat karena sudah terlambat. Sebagian lagi mengatakan belum merasa lapar, ataupun tak menyukai sarapan yang disajikan. Semua memberikan jawaban senada kecuali satu anak. ''Karena,'' jawabnya, ''Sekarang bukan giliran saya.''
''Bukan giliranmu?'' tanya sang guru. ''Apa maksudmu?''
''Dalam keluarga kami ada empat anak,'' ujarnya, ''Tapi, ayah tak punya cukup uang untuk membeli makanan supaya tiap orang bisa sarapan setiap hari. Kami harus bergiliran, dan hari ini bukan giliran saya.''

Bagaimana respon Anda setelah membaca cerita di atas? Biasa saja? Meneteskan air mata? Iba? Atau hanya bilang, “Ah, itukan hanya cerita. Tak perlu dipusingkan, yang penting saya tidak mengalaminya.” Terus terang, pertama kali saya membaca cerita itu, tak sadar merembes air mata saya. Cengeng, yah..mungkin ? Tapi, ada dua hal yang mengiringi perasaan saya waktu itu. Pertama rasa iba – trenyuh – kasihan terhadap nasib anak tersebut. Alangkah malangnya jika memang benar ada. Dan ternyata memang ada, walau entah dimana, bahkan di sekitar kita barangkali. Dan kedua rasa syukur, bahwa saya termasuk orang yang diberi nikmat Allah yang cukup, tidak mengalami hal itu. Hanya mendengar dan membaca saja. Tapi apakah yang akan kita perbuat dengan diri ini sebagai respon hal semacam itu? Cukupkah hanya dengan iba atau tetesan air mata? Ini yang lebih penting, sebelum semua terjadi dan terulang kembali, bahkan menimpa kita sendiri.

Cerita ini setidaknya bisa menjadi parameter awal sejauh mana kepekaan dan kepedulian hati kita terhadap lingkungan sekitar. Demikian juga dengan selaksa peristiwa yang sudah kita lalui di sepanjang tahun 2009 ini. Sudahkah itu menjadi bagian dari proses pengasahan kepekaan dan kepedulian hati kita, menjadi hati yang berkualitas? Mengetuk hati kita? Membuka hati kita untuk menjabarkan keimanan dalam bentuk kepedulian dan cinta - kasih yang nyata?

Salah satu cara praktis untuk mengembangkan kepekaan dan kepedulian adalah dengan menyadari akan penderitaan. Orang bilang, ada hikmah dibalik setiap mushibah atau penderitaan. Tidak cukup hanya dengan istirja dan doa saja. Sadar akan penderitaan -- entah itu penderitaan kita sendiri atau penderitaan orang lain -- akan membuat hati kita melunak dan terbuka. Dengan adanya energi kesadaran yang keluar dari hati, maka ada energi unggulan yang masuk yaitu benih – benih kepekaan dan kepedulian.

Kepekaan dan kepedulian adalah buah dari cinta. Ia cerminan samudra luas hati nurani. Orang – orang yang bisa mencintai diri sendiri, kemudian orang – orang terdekatnya akan mempunyai kepekaan dan kepedulian yang baik terhadap sekitarnya. Bagi yang belum sadar, mulailah perhatikan sekeliling dengan seksama. Bukankah orang tua Anda adalah orang yang rela mengorbankan hidupnya bagi Anda? Bukankah pasangan Anda adalah orang yang telah memilih menyerahkan hidupnya kepada Anda? Bukankah anak-anak Anda sangat mengagumi Anda dan merindukan kebersamaan dengan Anda? Bukankah pembantu Anda adalah orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Anda? Teruslah perluas dengan mengamati orang-orang di sekitar Anda. Mereka semua memiliki penderitaan dan tantangan masing-masing. Namun mereka begitu perhatian dan sayang terhadap Anda. Setelah banyak menerima, kenapa begitu sulit untuk berbagi? Begitu banyak yang kita dapatkan, kenapa masih merasa segan untuk memberi?

(dikutip dari situs resmi LDII - http://www.ldii.or.id/in/nasehat-mainmenu-37/388-refleksi-akhir-tahun-membuka-hati.html)

Dampak Negatif dan Positif Media Sosial

Dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak orang menggunakan Media Sosial sebagai kebutuhan untuk menerima informasi , menambah teman, dan laiin sebagainya dari berbagai macam baik positif maupun negatif . Namun tanpa kita sadari kita telah melalaikan waktu seperti lupa untuk ibadah , dan lain-lain. Kita sebagai makhluk sosial harus bersosialisasi dimana saja dan kapan saja . Seperti halnya media sosial sebagai salah satu perantara sosialisasi dan komunikasi antara kita dengan teman kita yang lain . perlu dicermati tentang Dampak Negatif dan Positif dari Media Sosial antara lain sebagai berikut


  • Positf :
  1. Menambah pergaulan
  2. Bisa sharing dengan siapapun.
  3. Merambah expansi bisnis melalui jejaring sosial 
  4. Menambah pengaruh.
  • Negatif :
  1. Melupakan waktu yang berguna.  
  2. Bersikap Apatis terhadap lingkungan. 
  3. Menjauhkan diri dari lingkungan 
  4. Rentang terhadap serangan hacker   

Rabu, 16 Oktober 2013

Makalah Teori Organisasi Umum "Perubahan dan Perkembangan Organisasi

Makalah Teori Organisasi Umum
“Perubahan dan Perkembangan Organisasi”

                                            




Disusun Oleh :
1.      Asti Listiaokta Winata           (11112225)
2.      Tiara Violita                           (17112377)
3.      Dennys Yoga Febrianto         (11112857)
4.      Muhammad Fadlie Fadillah (14112312)
5.      Nanang Prayitno                   (15112227)
6.      Ramaditya Satria                  (15112989)
7.      Ahmad Raseto W                  (10112465)
8.      Frando Cherising                  (13112028)
Kelas : 2ka07

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2013/2014




Kata Pengantar
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Perubahan dan Perkembangan Organisasi” dan menjadi salah satu tugas dari mata kuliah Teori Organisasi Umum ini dengan baik dan lancar.
Penyusunan makalah tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh sebab itu dengan segala ketulusan dan kerendahan hati kami ingin mengucapkan terimakasih kepada: 
1.       Ira Phajar Lestari, selaku dosen pengampu mata kuliah Teori Organisasi Umum.
2.       Teman – teman yang membantu dan mendorong serta memberikan informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan makalah ini.
Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami selaku penyusun dan penulis makalah ini pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya sebagai referensi tambahan di bidang ilmu Teori Organisasi Umum.

Jakarta, 11-10-2013.


                                                                                                                        Penulis








DAFTAR ISI         
Kata Pengantar......................................................................................................................2
Daftar Isi.................................................................................................................................3
BAB 1 Pendahuluan
I.                   Latar Belakang..........................................................................................................4
II.                Tujuan.......................................................................................................................4
III.             Rumusan Masalah....................................................................................................4
BAB 2 Pembahasan
1.1  Pengertian Organisasi .....................................................................................................5
1.2  Pengertian Perubahan Organisasi ...................................................................................5
1.3  Perkembangan Organisasi ..............................................................................................6
BAB 3 Studi Kasus................................................................................................................8
BAB 4
  Kesimpulan ..........................................................................................................................10
  Kritik dan Saran ...................................................................................................................10
  Daftar Pustaka ......................................................................................................................11






BAB 1

PENDAHULUAN
I.                   Latar Belakang
Saat seseorang memiliki sebuah visi dan misi yang sama maka mereka akan membuat suatu perkumpulan, dan jika perkumpulan tersebut semakin besar dan berkembang maka akan menjadi suatu organisasi, maka dengan kata lain organisasi adalah wadah bagi orang-orang yang memiliki visi,misi, dan tujuan yang sama sehingga mereka saling bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. Perubahan organisasi didasarkan untuk mengikuti perubahan dan perkembangan zaman, agar organisasi tersebut dapat bertahan dan dapat menjadi tempat orang-orang yang berjuang bersama untuk mencapai suatu tujuan. 
Untuk peroses perubahan dan perkembangan pada suatu organisasi, staf pada organisai ter sebut seperti menajer, dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan Perkembangan Organisasi dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Pengembangan organisasi pada dasarnya berbeda dengan berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Perubahan dan perkembangan suatu organisasi tersebut dapat seperti naik atau turunnya persentase perusahaan ditentukan oleh staf-staf yang berada didalam organisasi tersebut.
II.                Tujuan
1.      Bertujuan untuk mengetahui proses perubahan dan pengembangan organisasi
2.      Untuk mengetahui bagaimana suatu organiasi dapat berubah dan berkembang
III.             Rumusan Masalah
1.       Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2.       Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3.        Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
4.        Bagaimana metode pengembangan pada organisasi?


BAB 2
PEMBAHASAN
1.1.Pengertian Organisasi
Ada banyak sekali teori yang menjelaskan dan menjabarkan pengertian dari organisasi, berikut adalah beberapa pengertian organisasi dari beberapa ahli dunia :
1.      Stoner
mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
2.      James D. Mooney
mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
3.      Chester I. Bernard
berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
      4.      Stephen P. Robbins
menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

1.2. Pengertian Perubahan Organisasi
Perubahan adalah hal yang pasti akan dilakukan oleh setiap organisasi di dunia ini untuk menjaga eksistensinya, akibat perubahan zaman.  Perubahan atau berubah secara etimologis dapat bermakna sebagai usaha atau perbuatan untuk membuat sesuatu berbeda dari sebelumnya. Dalam istilah perubahan organisasi, dikenal juga istilah serupa yaitu change interventation adalah sebuah rancangan aksi atau tindakan untuk membuat inovasi dan merubah sesuatu menjadi berbeda.
Perubahan organisasi adalah upaya masyarakat dalam organisasi tersebut, bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan yang sama, dengan melakukan perubahan-perubahan organisasi dalam berbagai aspek. Factor-faktor dalam perubahan organisasi:

a. Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.

b. Faktor Intern
 Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota
- Problem dalam proses kerja sama
- Problem keuangan

 Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). 
Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut

1.3.Perkembangan organisasi
Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi yang dituturkan oleh para pakar, diantaranya adalah:
Ø  Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga    organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya
Ø  Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi
Ø  Perkembangan organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi
Ø  perkembangan organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
Ø  perkembangan organisasi lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
Ø  perkembangan organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan.
Sebuah organisasi sangatlah perlu mengalami sebuah perkembangan, karena suatu organisasi dapat dikatakan berhasil saat organisasi tersebut berkembang ke arah yang positif, sehingga rakyat yang tergabung dalam organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.  Dan dalam suatu perkembangan organisasi memerlukan penyesuaian sistem pada organisasi tersebut dalam mengikuti perubahan zaman.  Dan perkembangan suatu organisasi juga dapat dijadika paramater bagi organisasi tersebut, apakah organisasi tersebut dapat tetap eksis dan mengayomi masyarakat organisasi tersebut dalam menghadapi perkembangan zaman.  Jika sebuah organisasi sudah tidak bisa mengayomi atau gagal dalam mencapai tujuan dari masyarakat dari organsasi tersebut maka, organisasi tersebut adalah organisasi yang telah gagal dalam perkembangannya.




















BAB 3

STUDY KASUS
VIVAnews - Research In Motion, yang kini berubah nama menjadi BlackBerry, baru saja meluncurkan dua produk berbasis sistem operasi BlackBerry 10 di New York, AS, dini hari tadi.

Kedua produk yang tertunda lama itu adalah BlackBerry Z10 dan BlackBerry Q10. Ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi RIM untuk lepas landas dan kembali melawan rival-rivalnya yang semakin kuat.

Namun, setelah kemunculan OS BlackBerry10, serta kedua produk perdananya, saham BlackBerry justru anjlok 12 persen. Jatuhnya nilai saham RIM mensinyalir bahwa para investor merasa skeptis terhadap dua produk BlackBerry akan mampu "mencuri" pengguna perangkat Apple dan Google Android.

Memang momen peluncuran BlackBerry Z10 dan BlackBerry Q10 menjadi pertaruhan hidup dan mati bagi perusahaan asal Kanada itu. Seperti diketahui, penjualan BlackBerry terus merosot. Setidaknya dalam satu tahun terakhir, penjualan perangkat BlackBerry anjlok hingga 36,4%, dibandingkan tahun 2011.
CEO BlackBerry Thorsten Heins dan tim dipaksa memutar otak agar perusahaan yang dibinanya kembali mencatat untung.
Sayang, presentasi Heins di peluncuran BlackBerry10 tadi malam gagal mengesankan para investor. Nilai saham RIM pun tidak tertolong.

"Saya pikir upaya ini tidak mampu mendongkrak nilai saham BlackBerry," kata Roger Entner, analis Recon Analytics, Kamis 31 Januari 2013. "Setidaknya (BlackBerry10) tidak cukup untuk membuat orang beralih dari Apple iOS atau Android."
Pelajaran yang dapat diambil dari studi kasus di atas adalah
1.      Saat untuk melakukan pegembangan organisasi harus dapat berpikir cerdas, berpikir resiko yang akan dihadapi oleh organisasi yang sedang melakukan inovasi dalam perubahan pada sebuah organisasi contohnya pada sebuah organiasi di atas yaitu perusahan ternama blackberry.
2.      Untuk dapat terlaksana lebih baik dalam melakukan perkembangan seluruh anggota dalam sebuah organisasi ikut berperan penting demi kemajuan organiasinya tersebut.
















BAB 4
Kesimpulan
Organiasi adalah kumpulan dari orang-orang yang mempunya visi dan misi yang sama dalam tujuan yang sama pula. Oleh sebab itu dalam pengaruh berkembangnya sebuah organiasi dan berkembangnya organisasi itu adalah semua orang yang berperan penting terhadap organisasinya agar tujuan mencapai tujuan yang direncanakan. Maka dari itu untuk mencapai tujuannya sebuah organisasi harulsah melakuan sebuah perubahan dan perkembangan ke arah yang positif untuk menghadapi segala tantangan yang ada, agar organisasi tersebut dapat membawa seluruh anggotanya dalam menggapai tujuan yang diinginkan.
Kritik dan Saran
            Dengan makalah ini penulis berharap pembaca dapt mengetahui bagaimana perubahan dana berkembangan suatu organiasi. Dan mengethui arti penting dalam berorganiasi yang baik. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agara penulis dapat lebih baik lagi.










Daftar Pustaka