Translate

Minggu, 04 November 2012

Menuju Bangsa Yang Mandiri dan Sejahtera sesuai Pancasila

Ada beberapa hal yang anda ketahui mengenai Indonesia yaitu:

  1. Terdiri lebih dari 17.508 pulau
  2. Terdapat kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah 
  3. Berpenduduk terbanyak ke-4 di Dunia
  4. Terdapat lebih dari ratusan bahasa dan suku yang beranekaragam
  5. kekayaan laut yang sangat kaya akan hasil laut 
Maka dari itu Indonesia harus bisa sejajar dengan negara maju pertumbuhan ekonomi , pendewasaan berdemokrasi ,sistem jaminan sosial rakyat ,tanpa meninggalkan falsafah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika . Dulu kita berjuang dengan Senjata dan tekad membara pada masa sekarang kita berjuang dengan kemandirian perekonomian dalam mengatasi kemiskinan dan penegakkan hukum yang berkeadilan. Jika kita melihat flashback perjuangan kita melawan penjajah sangatlah mungkin diterapkan pada masa sekarang ini yaitu menggunakan produk dan mempelajari isi dan kualitas produk Impor sehingga bisa mencapai kemandirian di segala lini kehidupan tanpa membeda-bedakan SARA . Perselisihan dan perbedaan pendapat dalam musyawarah yang berujung bentrok merupakan contoh tindakan yang mencerminkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi Pancasila. Para pelajar yang melakukan tawuran itu juga sama mencerminkan ketidakdewasaan manusia modern dalam menjalankan tugasnya sebagai pelajar/mahasiswa.
Pengambilalihan saham BUMN oleh Asing merupakan momok bagi pemerintah Indonesia dalam membayar utang luar negerinya. Serta kesenjangan sosial  antara orang kaya dan miskin sangat lebar .Pemerintah bisa menjembatani itu melalui KUR,Kupedes dan sebagainya sehingga kesenjangan minim terjadi diantara masyarakat. Ada anggapan bahwa Uang lebih berkuasa daripada kekuasaan kehakiman yang adil. Ini anggapan dari kaum materialistis yang suka memakan harta rakyat dan merampas hak dan keadilan hukum rakyat .Diperlukan norma hukum yang tegak dan adil dalam menindak pelaku yang melahap uang rakyat dengan seberat-beratnya sesuai HAM. Koruptor hanya bisa mencegah dari diri sendiri, pemahaman agama dan hukum mengenai haramnya  korupsi serta sanksi-sanksinya yang diterima oleh pelaku tindak pidana korupsi. Kebebasan dan penyamarataan hak-hak rakyat  juga harus dijamin oleh pemerintah kita sebagai implementasi dari UN Human Rights tahun 1948 .masalah kawasan perbatasan terutama yang berbatasan dengan Malaysia dan Timor leste harus mendapat prioritas terdepan dalam menjaga NKRI serta terwujudnya kesejahteraan rakyat. Masalah konflik Agama itu tidak perlu terjadi jika ada kerjasama yang baik antar tokoh agama agar bisa tercapai mufakat dan pendewasaan diri dari umat beragama . Masalah terorisme bisa dicegah dengan pemahaman agama yang kuat dan Pancasila sebagai dasar dan dianut oleh seluruh bangsa Indonesia dan juga kerjasama antar masyarakat dalam penanggulangan teror dan separatis yang selama ini masih menjadi masalah serius. Bangsa Indonesia harus berbangga karena anak bangsa banyak mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah Internasional sebagai motivasi untuk memajukan negara . Dalam pertahanan dan keamanan diperlukan peran serta masyarakat dalam membela negara jika kita tidak bisa membentengi negara kita maka Indonesia terjajah secara Universal. Kedewasaan dalam berbagai pilkada didaerah mutlak diperlukan oleh seorang calon kepala daerah dan simpatisan partai pengusung agar bisa menciptakan demokrasi yang kondusif dan ternteram.  
Jika kita bisa melakukan itu maka Indonesia sebagai negara maju akan tercapai bukan tahun 2045 atau tahun 2014 terwujud tapi tahun depan bisa menjadi negara maju dengan pendapatan perkapita terbesar di dunia. 

Rabu, 17 Oktober 2012

Pengertian dan Wujud Kebudayaan

Pada dasarnya kebudayaan di daerah memperkaya keberagaman etnis di Indonesia dan menjadi sumber kebudayaan Nasional.
pengertian Kebudayaan menurut bahasa Sanskerta berasal dari kata Buddhaya yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi dan akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan dengan budi atau akal pikiran manusia.

menurut pendapat para ahli, kebudayaan adalah:

  1. keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat ( Edward Burnett Tylor).
  2. mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.(Andreas Eppink)
  3. sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.(Soelaeman Soemardi dan Selo Soemardjan)

Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Perbedaan masalah sosial di pedesaan dan di Perkotaan

Perbedaan yang mendasari massalah sosial di Desa dan diperkotaan adalah 
1. Tingkat Pendidikan 
 Pada umumnya masyarakat di Pedesaan menganggap bahwa pendidikan umum itu tidak penting dan sebaliknya pendidikan akhlak (moral) misalnya pendidikan agama melalui pesantren itu lebih penting dan sebagian besar penduduknya adalah bekerja di bidang pertanian ,perkebunan sedangkan masyarakat di Perkotaan cenderung menganggap pendidikan itu penting soalnya mereka yang bisa melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang sama dengan keahliannya misalnya, seseorang yang lulus di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi bisa diterima jadi PNS di suatu instansi pemerintah .Sebagian penduduknya bekerja di sektor Industri, Jasa, Perbankan dll    
2. Tingkat Sosial
Masyarakat di pedesaan dibedakan tingkat sosialnya atas dasar keturunan atau prestise,sehingga bisa melakukan kontrol sosial secara ketat . Sedangkan masyarakat di perkotaan dibedakan tingkat sosialnya berdasarkan keberhasilan atau prestasi yang diperoleh.
3. Teknologi
Masyarakat di pedesaan terutama komunitas adat pada zaman dahulu sangat tabu menggunakan teknologi listrik karena akan membuat kegaduhan tetapi sekarang masyarakat di pedesaan banyak menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dengan sumber daya yang terbatas dan mereka menggunakan seperlunya untuk memenuhi kebutuhan pertanian .Sedangkan masyarakat di perkotaan terutama kaum urban sudah menggunakan teknologi listrik untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Rabu, 19 September 2012